Dhany sudah tiga kali pindah rumah. Bukan lantaran rumah Dhany banyak, tetapi pindah oleh karena habis kontrakan hehehehe. Jadi repot kalau pindahan, mindah barang-barang dan peratan rumah. Termasuk juga mainan Dhany. Mamah yang repot, sebab setiap pindahan Ayah jarang di rumah. Ayah lebih sering di Bekasi dan jarang pulang. Oh iya, Dhany punya rumah di Bekasi di Duta Harapan Bekasi Utara. Sayang rumah di Bekasi sepi, hanya ayah sendirian yang menempati.

Dhany bosan pindah rumah. Ganti-ganti lingkungan pergaulan. Pingin punya rumah yang tetap, biar mainan Dhany tidak terus dipindah-pindah. Mamah dan Ayah punya rencana akan bangun rumah di pinggiran kota Pemalang. Dan sudah mulai, pelan-pelan sedang mengumpulkan bahan dan mulai membangun. Dari membeli batu buat pondasi, menebang kayu Jati dari tempat enyang dan mulai dibuat menjadi kusen, daun pintu dan jendela.

Mamah bilang katanya bangun rumahnya pelan-pelan. Dhany diminta sabar untuk menunggu. Dhany akan dibuatkan kamar sendiri. ”Dhany nanti harus membersihkan kamar tidur sendiri yaaaa”, ujar Mamah.

”Dhany harus belajar mandiri. Menyapu, mengepel dan membersihkan kamar tidur sendiri. ”

Oh iya. Desaing rumah ini digores dan dipulas tangan om Tha’in. Oom Thain memang jago, maklum kuliahnya memang di bidang ini. Makasih ya Oom..

Di belakang dan samping, masih ada sedikit tanah. Selain sebagai serapan air, Mamah punya rencana akan membuat taman. Tamananan sengaja ditaman agar bisa mendapatkan oksigen, mengurangi polusi. Mamah berencana menanam bunga-bunga kesukaannya. Ide yang bagus. Tentu saja dan Dhany pun sangat setuju dan mendukung.

Dhany pingin ada pohon mangganya. Pohon mangga seperti rumah Ayah di Bekasi. Dahan dan daunnya rindang agar bisa meredam terik matahari kalau siang bolong. Mangganya Arum Manis, nanti kalau berbuah Dhany akan petik sendiri. Dhany nanti akan latihan memanjat pohon. Agar bisa memetik sendiri.

sekarang Dhany rajin berdoa agar yang kuasa memudahkan jalan ayah dan mamah untuk mewujudkan rumah barunya Dhany.


Iklan