Biasanya Dhany suka bertanya kapan ayah pulang? Akan tetapi akhir-akhir ini tak pernah terlontar pertanyaan. Saat dikasih tahu Ayahnya mau pulang, reaksi Dhany sungguh mengejutkan. “Ayah akan selentik telinga Dhany enggak?”

Kalimat itu sungguh mengagetkan. Beberapa bulan lalu, memang Ayahnya pernah nyelentik telinga Dhany. Telinga kirinya. Ternyata demikian membekas dan mendalam. Pantas saja belakangan ini tidak seperti biasanya. Selalu menghindar dan melarang kalau ayahnya menelpon. Saat telpon berdering, Dhany langsung melarang mamahnya untuk menerima telpon.

Mungkin baru sekali ayahnya menyelintik. Akan tetapi sungguh tak disangka demikian mendalam dan membekas. Ada trauma yang cukup membekas di benaknya.

”Ayah sayang Dhany, Ayah tidak akan melakukan lagi” ujar mamahnya.

Mamahnya pun kemudian menyakinkan dengan mencerikakan apa yang akan dilakukan ayah. Ayah akan mengajak Dhany jalan-jalan ke laut lagi. Mandi di laut bersama ayah. Jalan-jalan di tepian pantai. Setelah itu makan kepiting telur.

”Dhany mandi di lau pakai ban. Ayah yang nemani yaaa” jawabnya.

Dhany pun mendemontrasikan ombak yang bergulung-gulung. Saat dirinya terjebur dan bergulung-gulung. Oh Dhany…Dhany…

Iklan